Senin, 25 Mei 2009

Dini, Kasih & Indri

3 cewek yg beranjak dewasa ini sedang di serang penyakit yang sama, yaitu "patah hati". Penyakit ini terasa susah diterima oleh mereka. Suatu malam, Dini mendapat ticket nonton band kesayangan mereka di sebuah cafe beken. Dengan gembira ia mengajak ke dua sahabatnya. Bak pecah bisul, Kasih dan Indri menyambut ajakan itu penuh suka rela dan terharu biru (heheeh). bagaimana tidak? Hati sedih mereka harus di segarkan oleh suasana yang hangat. Malam itu mereka bertiga mendatangi cafe nan keren beken itu. Dengan gaya sok anggun, mereka memilih duduk di sofa paling depan, dekat ke panggung. Suasana mulai hangat tatkala musik terdengar. Satu persatu suara dari ke 3 vokalis band itu bernyanyi silih berganti.

Dengan di hantar 2 botol Chivas dan 1 pitcher cola, mereka ber3 meramaikan suasana. Dimana tingkah mereka dalam keadaan mabuk membawa mereka ke gerbang Percaya Diri yang tinggi. Dini yg mempunyai suara bagus, naik ke panggung bersama vocalis band itu menyanyikan lagu favoritnya. Ternyata suara Dini tidak kalah dengan para vokalis. Membuat para vocalis band itu merasa tersaingi. Itu terbukti dari caranya menatap Dini hehehehe.... lagu kale! Sementara itu, Kasih dan Indri asyik bergoyang di bawah meja seraya sesekali menegak minumannya.
Hingar bingar suasana cafe itu benar-benar di taklukkan Dini dkk nya. Martin, sang manager tersenyum geli melihat ke 3 perempuan mabuk itu. Sungguh ia mengakui dalam hatinya, bahwa malam itu, ke 3 pengunjung wanita itu memeriahkan suasana cafe.
Dan malam itu, adalah malam yang paling membahagiakan bagi mereka. Di mana mereka melupakan bahwa hatinya sedang terluka. Jam 3 dini hari mereka pulang ke tempat kost nya. Setibanya di gerbang tempat kost, Dini dan kawan2 nya bergilir membukakan kunci pagar. namun tak ada satupun dari mereka yang berhasil membuka gembok. Akhirnya, dengan nekat dan semangat 45, mereka memanjat pagar tempat kost yang tinggi. Baru saja mereka ber 3 berhasil memanjat pagar, tiba2 pintu gerbang itu terbuka. 2 orang laki-laki berpakaian polisi itu tersenyum. Ternyata pintu gerbang itu tidak di kunci sama sekali. Membuat Dini, Kasih dan Indri nyengir. Di tambah lagi, polisi meminta mereka ber 3 ikut ke kantor polisi, guna di mintai keterangannya.
Mereka ber3 memang pelupa, mereka tidak ingat bahwa tepat di depan kost mereka ada sebuah pos kamling. Para hansip yang menyaksikan dengan sigap melapor.
Hmmm.... kesenangan sesaat!
Udah dech makanya kalo patah hati ga usah pake acara mabuk-mabukan segala!

1 Comment:

eka wijayanti said...

Astaga...
Hanya gara-gara patah hati, masa depan dan kehormatan dipertaruhkan. Mari kita sama-sama belajar dari kekeliruan Indah, Kasih dan Dini.

 

blogger templates | Make Money Online