Rabu, 27 Mei 2009

Derita Tiada Akhir


Anisa gadis lugu dari desa nelayan terpaksa lari ke kota dengan harapan bisa melupakan derita yang pernah di alaminya. Sehari sebelum pernikahannya tempo hari, ia di nodai oleh calon ayah mertuanya. Ayahnya yang memergoki kebiadaban calon besannya, marah dan membunuhnya kemudian di penjara.
mendengar anaknya di perkosa, dan suaminya membunuh, Bu Mar ibunda Anisa, shock dan akhirnya meninggal dunia. Yanto kekasihnya merasa malu atas semua yang telah dilakukan ayahnya. Betapa tidak, keluarganya adalah orang terpandang dan dihormati di desa itu. Kini ia pun pergi entah kemana.

Dengan membawa luka itulah Anisa pergi ke kota. Sesampainya di kota, ia bertemu dengan tante Lisa yang menawarkan pekerjaan dengan penghasilan yang menggiurkan. Ternyata Tante Lisa ini seorang mucikari. Anisa di paksa menjadi pelacur. Dengan berbagai perlawanan, Anisa menolak dan menentangnya. Namun apalah dayanya, ia hanya seorang wanita lemah. Sementara anak buah Tante Lisa begitu kuat dan banyak.
Alhasil, penderitann di mulai lagi....!

Dalam waktu beberapa bulan, Anisa yang berganti nama Anita kini menjadi primadona dan tambang emas bagi tante Lisa. Dengan berlimpahnya harta dunia, Anita lupa akan derita yang pernah di alaminya. Bagai dendam yang membara, ia tenggelam dalam kesenangan.
Suatu hari Tante Lisa mendapat korban baru yang di tempatkan sekamar dengannya. Elis begitu namanya, dia nampak tegar dan tenang. Ia yakin bahwa dirinya akan selamat dan bisa keluar dari tempat maksiat itu Perkenalan mereka berlanjut dengan curhat. Anita menangis saat menceritakan kembali kisah hidupnya sebelum akhirnya datang ke tempat itu. Elispun menangis karena merasa ditipu oleh kekasihnya yang menjual dirinya pada tante Lisa. kemudian mereka berduapun sepakat untuk kabur. Tak lupa Anita memberitahu Elis agar berhati-hati terhadap siapapun, karena dulu ia pun pernah tertipu oleh seniornya di sana. Mengajaknya kabur, ternyata hanya jebakkan semata. KArena pada dasarnya mereka pandai cari muka.

Walaupun dengan susah payah, akhirnya mereka berdua berhasil keluar dari sana dengan bantuan salah satu pelanggan Anita. Mereka berpisah.
Om Tommy yang membantu mereka kabur memberikan tempat tinggal. Seperti pepatah, selamat dari mulut singa masuk kandang harimau. Om Tommy yang di percayainya, ternyata punya maksud lain. Karena di ancam akan memberitahukan tante Lisa akhirnya ia menerima tawaran Om Tommy untuk menjadi seorang pengedar narkoba, yang otomatis diapun harus memakainya. DAri pemakai, mengedarkan sampai akhir ia di ajari banyak hal termasuk di ajari bela diri. Anisa yang lugu itu menjadi pembunuh!!! Dan jadilah Anisa/Anita seorang mafia andalan Om Tomy yang berganti nama menjadi Amanda, yang terkenal kasar dan bengis. Namun demikian, tetap tak mampu melawan Om Tommy.

Lena kekasih Om Tommy merasa cemburu dengan kehadiran Amanda. Ia merasa Amanda akan merebut Tommy darinya. Maka ia pun sibuk mencari kelemahan lawannya, dan tak susah baginya untuk mencari tahu tentang diri Amanda.
Amanda yang tak punya curiga apapun terhadap Lena, di jebak hingga bertemu anak buah Tante Lisa. Namun Lena lupa kalo Amanda bukanlah Anisa atau Anita. Nama yang berbeda, dengan orang yang sama tapi jiwa dan pikirannya tealh berubah ini tentu lebih dari mampu untuk melawan tante Lisa beserta anak buahnya sekalipun. Setelah mengalahkan lawan-lawannya, ia melaporkan kegiatan tante Lisa pada polisi, tapi Lena memanfaatkan suasana itu, ia menceritakan pada polisi bahwa yang di hadapan polisi itu bukan hanya sekedar Anita gadis lugu, tapi juga Anita seorang pelacur dan diapun Amanda yang menjadi buronan polisi atas beberapa tindakan kriminal, pemakai narkoba, pengedar narkoba dan juga pembunuhan berencana. Dengan keterangan Lena, polisi pun membekuk Amanda berbarengan dengan Tante Lisa.

Di dalam sel ia berkenalan dengan bu KArni yang masuk penjara karena pembunuhan yang tidak di sengaja. Ia membunuh untuk membela dirinya. Bu Karni adalah orang yang bersahaja, tiap hari yang dilakukannya hanya mengaji dan berpuasa. Ia lakukan sebagai tobat dan khilafnya karena telah menghilangkan nyawa orang, meskipun tak di sengaja. Dengan bu Karni lah, pikiran serta hati Anisa terbuka . Ia menyadari, begitu banyak dosa yang telah di perbuatnya.

Beberapa bulan kemudian, Anisa harus kehilangan bu Karni karena telah berakhir masa hukumannya. Tak lupa bu KArni memberikan alamat alamatnya di kampung. Kini Anisa melakukan seperti yang di ajarkan bu Karni padanya. Bertobat.

Setelah beberapa tahun menjalani hukumannya, pertama yang dilakukannya adalah mencari alamat Bu Karni di sebuah pedesaan. Walaupun tidak gampang mencarinya, namun pada akhirnya ia menemukannya juga.
Setibanya di rumah, Bu Karni menyambutnya dengan gembira. Anisa berniat mendalami ilmu agamanya, dan bu Karni sendiripun tak keberatan dengan niat baik Anisa. Pengetahuannya semasa kecil di kampung nelayan, di dalam penjara serta pelajaran yang diberikan bu Karni sekarang membuat daya tangkap Anisa lebih cepat. Tidak heran jika dalam beberapa waktu Anisa mampu mengajarkan anak-anak yang rata-rata masih duduk di sekolah dasar.
Kehadiran Anisa di kampung itu cukup menyenangkan bagi warga setempat. Bu KArni sampai saat itu masih merahasiakan masa lalu Anisa.
Hingga suatu hari seorang pemuda bernama Deni datang, dan kaget melihat Anisa berada disana. Deni Adalah bekas salah satu anak buah Tante Lisa. Melihat Anisa di segani dan disukai warga kampung, timbul niat buruknya untuk menghancurkan reputasi Anisa di kampung tersebut. Deni pun menceritakan pada warga bahwa Anisa adalah Anita seorang pelacur. Kemudian menjadi seorang pengedar narkoba juga pembunuh yang berganti nama menjadi Amanda. Untuk itulah, dia pernah bertahun-tahun di penjara.

Mendengar penjelasan Deni, warga sekampung marah dan berbondong-bondong mengusir Anisa dengan kasar. Walaupun ia mempunyai ilmu bela diri, namun ia mencoba menahan diri. Namun saat Deni mulai memukulinya, wargapun ikut memukulinya. Anisa tak dapat mengelak amukan warga yang saat itu bertubi-tubi memukulinya. Tiba-tiba bu Lurah datang dan berhasil melerai amukan masa. Bu Lurah muda itu mencoba menyusut darah pada wajah Anisa, dan betapa kagetnya setelah mengetahui bahwa korban amukan masa itu adalah Anita yang pernah membantunya keluar dari tempat Tante Lisa sang mucikari. Sedangkan Deni adalah kekasihnya yang dulu pernah telah menipunya hingga ia di jual pada mucikari di Jakarta. Amukan masa berpindah pada Deni, Denipun habis dipukuli warga. Sementara itu, perlahan Anisa membuka matanya dan menatap wajah Bu Lurah yang ternyata Elis.

Anisa di bawa ke Rumah Sakit oleh Elis yang merasa berhutang budi dan nyawa, dalam keadaan koma Anisa meminta elis untuk mencari ayahnya yang dulu pernah di penjara karena pembunuhan. Setelah memberikan alamat kampung nelayan, Elis meminta suaminya untuk memenuhi permintaan Anisa.
Walau agak susah, namun usahanya tidak sia-sia. Anak buah pak Lurah berhasil menemukan dan membawa ayah Anisa ke Rumah Sakit untuk menemui Anisa yang terbaring tak bertenaga dengan penuh luka-luka. Kontan saja laki-laki tua yang memang telah lama mencari anak gadisnya itu merangkul dan memeluk anak semata wayangnya.



1 Comment:

ugimisery said...

Sangat berkesan

 

blogger templates | Make Money Online