Selasa, 01 September 2009

Curahan Hati

Aku adalah anak ke 2 dari 4 bersaudara. Perempuan semua. Dan kami semua memiliki kelebihan masing-masing dalam mengurus rumah. Kakakku rajin mencuci baju, sangat bersih dan rapih saat di menyetrikanya. Tidak heran kalau baju2 kami nampak baru terus. Aku, si jago masak. Apapun bahan makanannya, bisa di sulap jadi makanan istimewa (setidaknya bagi kami yg doyan makan hehehehe). Adikku yg nomor tiga, dia pandai membersihkan rumah dan jago menata rumah. Tapi adikku yang satu ini anti masuk dapur. Catet, ANTI MASUK DAPUR. Dan si bungsu, jago menghibur kami dengan tariannya (hehehe ga nyambung ya?). Nyambung kok, kalau kakak-kakaknya capek habis bebenah rumah, dia tampil bawakan tarian jaipongan andalannya, langit biru dan kembang boled...ck ck ck... Selain itu, dia handal dalam menyulap rumah bersih menjadi bak kapal pecah. Yach, namanya juga anak bungsu. Manja selalu cari perhatian. Tapi kami sayang banget sama dia. Apalagi, saat dia dapet duit dari hasil menari di tempat hajatan hehehe.
Tapi itu dulu, cerita waktu kami masih kecil. Gila, masih kecil aja aku jago masak. Gimana kalau udah besar ya? Mau tahu? Lanjut


Sekarang lain lagi ceritanya.
Kakakku sudah menikah, karena dia pisah rumah, jadi mau gak mau dia harus belajar masak. Dan sim salabim, dia pun kini jago memasak. Apalagi kue-kue bikinan dia nyam nyam nyam ups, lagi puasa nech hehehe.

Aku? Ceritanya aku ini punya jiwa petualang, doyan main jauh-jauh. Mungkin karena seringnya makan di warteg (jujur kan?), jarang masak, aku jadi vakum dech. Apalagi waktu di negara tetangga, dimana bumbu2 yang di perlukan banyak yang nggak ada. Alhasil, rasa masakanpun jadi aneh. Akhirnya ngarang masakan, tapi lebih parah, tambah gak puguh rasanya. Biasanya kan aku jago menyulap masakan biasa jadi istimewa (sombong). Tapi sekarang, apa yang terjadi? Karena gagal maning, aku males masak lagi. Makan di luar terus dech. Asli jadi gak bisa masak. Sedih :(

Adikku yang ke tiga, yang anti masuk dapur itu, ingat kan? Nah, ini dia yang top. Ceritanya dia dapet kuliah gretongan, subsidi dari pemerintah (lagi-lagi jujur, jangan heran, turunan Radja sech). Jujur, (lagi) sebenarnya aku gak tahu dia ngambil kuliah apa. Karena aku memang tidak ada di dekatnya saat itu ciee...
Tiba-tiba aku dengar dia pergi Kuliah Kerja Nyata ke Malaysia selama 6 bulan. Akupun gak banyak tanya, yang penting aku tahu dia dimana. Padahal aku sering telpon dia, lho!

Setelah satu tahun aku gak ketemu dia, akhirnya kami berkumpul kembali. Wow... suatu kejutan besar, ternyata dia di Malaysia jadi koki hotel bintang 5, bo! Sampe rumah dia jadi hoby ngelayat dapur...! Kalah dah... Masakannya pun banyak yang aneh dan enak (aduh laper euy).

Nah, intinya sekarang aku kalah. Sekarang aku lagi mikir, apa ya yang gak bisa orang lain kalahkan? Tahu jawabannya? Jago main jauh, sekalipun gak ngerti bahasanya. Alah go head saja.



4 Comments:

eka wijayanti said...

:D jago main jauh.
Kapan-kapan posting resep dari bahan sederhana menjadi masakan istimewa ya! Biar saya juga bisa belajar :)

harto said...

Berbahagialah punya keluarga yang jago-jago....

aLamathuR d'hileudjapanist II said...

Folluw up dari postingan anda sebelumnya.. anda bisa menambahkan saya sebagai friend di FB dengan menginvite

HjAlamathur d'hileudjapanist II

atau

athuristic@yahoo.com

terima kasih.
Salam,

Dwi said...

hai jago jago pa ayam jago nich?
ayo di kasih resep aja biar enak
whahaha
ikut komentar ah bolehkan nich non?

 

blogger templates | Make Money Online